death,
makes us great storytellers.
tulisan, puisi, penceritaan--
adalah satu satu eskapisme dari realiti yang kita boleh lari2kan masanya berdasarkan penggunaan kata kerja past or future.
bila2 saja--
selain hari ini.
death--
is everything that defines me.
Kredit to Fynn Jamal.
----------------------------
Tulisan ini aku temukan dalam laman mukabuku seseorang yang aku kagumi penulisannya.
Susuk seorang Fynn Jamal.
Walau tak semuanya betul tapi tetap tak semuanya salah.
Maka, yang betul itu aku ingin kongsikan.
Sama-sama untuk kita semua.
Kehilangan.
Buat kita lebih menghargai orang-orang yang masih tinggal.
Mati itu peringatan.
Mati itu satu kepastian.
Yang akan datang bila masa dah sampai.
Tak cepat sesaat, tak lambat sesaat.
Just on time.
Bila Tuhan berkehendak.
Mati itu sebuah janji untuk yang dah pergi.
Mati itu ujian untuk kita yang menghadapi kehilangan insan tersayang.
Hidup dan mati terpisah oleh satu garis.
Masa.
Itu yang memisahkan.
Tapi doa selalu ada untuk menyambungkan.
Walau tak sama dengan susuk yang ada depan mata.
Dengan yang terhubung atas jalur doa semata.
Tetaplah ada yang menghubungkan.
Tuhan yang mendengar tiap bisikan doa.
Yang nyata atau yang hanya tersisip dalam ruang dada.

No comments:
Post a Comment